a
a
Weather:
32 C
haze
Jakarta
humidity: 52%
wind: 4 m/s WNW
H32 • L32
Thu
29 C
Fri
27 C
Sat
28 C
Sun
28 C
Mon
28 C
Home2018December (Page 2)

Jakarta – Tahun 2018 memasuki pekan-pekan terakhir. Di jagat teknologi tahun ini, cukup banyak sosok yang menjadi pusat perhatian karena berbagai alasan.
Ada yang karena kontroversinya, prestasinya, atau malah tersangkut kasus kriminal. Ada pula yang telah meninggal dunia, meninggalkan jasa besar bagi umat manusia.

Baca juga: 15 Hal yang Paling Banyak Dicari di Google Selama 2018

Siapa saja para tokoh teknologi yang paling menuai perhatian tahun ini? Berikuti beberapa di antaranya yang dihimpun dari berbagai sumber.
(fyk/krs) kaleidoskop 2018
Original Article

Jakarta – Google resmi menyetop proyek pengumpulan datanya di China, yang membuat pengembangan proyek Dragonfly-nya terbengkalai.
Berdasarkan laporan The Intercept, Google sebelumnya melakukan penelitian di China, dalam hal ini perilaku pengguna internet di China. Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan informasi yang berguna untuk proyek mesin pencari mereka di China.
Tak sekadar mesin pencari, Dragonfly adalah mesin pencari yang dibuat khusus untuk mengikuti aturan-aturan ketat yang dibuat oleh pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (18/12/2018).
Namun kini proyek pengumpulan data tersebut sudah dihentikan, dan kelanjutan proyek Dragonfly pun dipertanyakan karena akan pengembangannya akan semakin sulit.

Baca juga: Google Dipetisi Ratusan Karyawan

Proyek pengumpulan data ini pertama dilaporkan pada Agustus lalu, di mana Google membuat 265.com, yang merupakan mesin pencari palsu. Disebut palsu karena semua pencarian yang dilakukan melalui situs itu akan dialihkan ke mesin pencari milik Baidu.
Meski sekilas 265.com bukan produk yang berguna, namun situs ini membuat Google bisa melihat perilaku pengguna mesin pencari di China. Sayangnya, proyek ini kemudian memunculkan ketidakpercayaan dari internal Google, yang melihatnya sebagai ambisi Google di China.

Baca juga: Bos Google Blak-blakan soal Proyek Dragonfly

Kemudian ratusan karyawan Google menandatangani surat terbuka untuk Google, yang menolak keberadaan proyek tersebut. Meski ada juga grup karyawan lain yang membuat surat serupa untuk mendukung proyek Dragonfly tersebut.
Namun puncaknya adalah ketika CEO Google Sundar Pichai dipanggil untuk hadir di House Judiciary Committee baru-baru ini. Ketika ditanya oleh anggota komite, Pichai menyebut Google tak punya rencana untuk meluncurkan mesin pencari di China.
Simak juga video 'Tahun Ini, Penelusuran Paling Tinggi Adalah soal Entertainment':

[Gambas:Video 20detik]

Dragonfly, Proyek Kontroversial Google yang Kini Terbengkalai

(asj/krs) google dragonfly
Original Article

Jakarta – Mark Zuckerberg diperkirakan bakal kehilangan harta kekayaan luar biasa besar tahun ini. Beragam skandal yang menerpa Facebook, media sosial ciptaannya, membuat harga saham tergerus yang berimbas pada perhitungan kekayaan Zuck.
Dikutip detikINET dari Telegraph, saat ini harta Zuck diestimasi USD 57 miliar. Memang masih luar biasa kaya, nomor 6 di dunia. Tapi pada awal tahun ini, kekayaan Zuck berjumlah USD 73 miliar. Bahkan pada pertengahan Juli, hartanya sempat menggelembung jadi USD 82 miliar.
Kala itu, dia menyalip investor tenar Warren Buffet sehingga menjadi manusia terkaya ketiga sejagat. Hanya kalah dari Jeff Bezos dan Bill Gates.

Baca juga: Kebodohan Teman Sekamar Zuckerberg yang Tolak Facebook

Akan tetap mulai bulan Juli dan berikutnya, harta Zuck terus merosot karena saham Facebook turun. Sekitar 98% kekayaan Zuck memang berasal dari kepemilikan sahamnya di Facebook.
Menurunnya harga saham Facebook tentu terkait deretan skandal yang menimpanya. Seperti kasus kebocoran data pribadi ke perusahaan Cambridge Analytica, maraknya hoax dan lain-lain.
Tonton video: Asus Zenbook Baru Terinspirasi dari Arloji Klasik
[Gambas:Video 20detik]
Bahkan Zuck didesak mundur dari posisi Chairman Facebook oleh beberapa investor. Akan tetapi Zuck memastikan tidak akan mengabulkan tuntutan tersebut.
Mengawali tahun dengan harta USD 73 miliar dan kini 'tinggal' USD 57 miliar, maka kekayaan Zuck sudah berkurang sekitar USD 16 miliar. Kalau dirupiahkan di kisaran Rp 231 triliun!

Baca juga: Sheryl, Tangan Kanan Zuckerberg yang Terancam

Kekayaan Zuckerberg Lenyap Rp 231 Triliun

(fyk/afr) mark zuckerberg facebook media sosial kekayaan zuckerberg
Original Article

Jakarta – Akhir tahun biasanya menjadi ajang perusahaan untuk memamerkan pencapaian dan statistik tahunan mereka. Termasuk aplikasi video lip sync, Tik Tok.
Aplikasi yang berada di bawah naungan Bytedance ini ikut memamerkan apa dan siapa saja yang populer di platformnya sepanjang 2018. Salah satunya adalah kategori selebriti paling populer di Tik Tok Indonesia dan global.

Baca juga: Tak Hanya di Indonesia, Tik Tok Klaim Populer di 17 Negara

Kategori selebriti paling populer di Indonesia sendiri dirajai oleh Agnez Mo. Penyanyi 'Overdose' ini mengalahkan selebriti lainnya seperti Aurel Hermasnyah, Raditya Dika hingga Jessica Iskandar.
Terpilihnya Agnez Mo sebagai artis paling populer ternyata bukan hanya berdasarkan jumlah follower yang ia miliki. Berbagai faktor lain juga menjadi pertimbangan TikTok.

Agnez Mo Jadi Seleb Paling Populer di Tik Tok IndonesiaFoto: Virgina Maulita Putri/detikINET

"Bukan hanya dari jumlah follower tapi kita juga melihat engagement mereka dengan fans, views dan konten yang mereka bagikan," jelas Director Global Communications Bytedance, Belle Beldoza saat acara Tik Tok Year in Rewind 2018 di Bluegrass Bar & Grill, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).
Sedangkan untuk selebriti yang populer secara global di Tik Tok adalah Baby Ariel. Ia mengalahkan sejumlah nama beken lainnya seperti BLACKPINK, Daddy Yankee, dan WINNER.

Baca juga: Tips Video Liburan Unik Pakai TikTok, Cobain Yuk!

Berikut adalah daftar lengkap 10 selebriti paling populer di TikTok versi Indonesia.
1. Agnez Mo
2. Aurel Hermansyah
3. Felicia Angellista
4. Hito Caesar
5. Bryan Domani
6. Raditya Dika
7. Ricky Cuaca
8. Raffi Ahmad
9. Richard Kyle
10. Jessica Iskandar (rns/fyk) agnez mo tik tok
Original Article

Jakarta – Joe Green adalah teman sekamar Mark Zuckerberg kala mereka dahulu kuliah di Universitas Harvard. Joe mungkin membuat kesalahan besar sehingga kini tidak menjadi orang super kaya seperti Zuckerberg, sang pendiri Facebook.
Ya, kala mereka kuliah, Zuckerberg sempat mengajak Joe untuk bersama membangun Facebook dari awal. Zuckerberg memang total mengembangkan Facebook, sampai-sampai ia rela meninggalkan bangku kuliah alias drop out.
Namun setelah berbagai pertimbangan, Joe kala itu memutuskan menolak ajakan Zuckerberg meski diiming imingi saham. Ia juga minta saran ayahnya yang memintanya tetap melanjutkan kuliah. Terlebih lagi, proyek mereka sebelumnya, Facemash, menuai kegagalan sehingga Joe pun pesimis.

Baca juga: Sheryl, Tangan Kanan Zuckerberg yang Terancam

"Kami mendapat sedikit masalah dengan proyek sebelumnya dan ayahku yang seorang profesor tidak senang mendengar kabar aku mungkin dikeluarkan dari kuliah," ujar Joe, dikutip detikINET dari Telegraph.
Akhirnya, ia hanya bisa menyaksikan sukses besar Zuckerberg. Zuck saat ini ditaksir punya kekayaan USD 53,9 miliar, jumlah yang mungkin sedikit banyak akan turut dimiliki Joe jika dahulu dia mau menuruti kemauan Zuckerberg.
Meski tidak sekaya Zuckerberg, Joe tetap cukup sukses menjalankan usahanya. Ia adalah pendiri bisnis online bernama Causes yang mendorong orang berbagi ide untuk mengubah dunia. Bisnisnya itu bernilai jutaan dollar.

Baca juga: Mengintip Hidup Mengagumkan Sang Pendiri Instagram

(fyk/afr) facebook mark zuckerberg harvard
Original Article

Jakarta – Sebagai salah satu penyedia layanan transportasi online yang banyak digunakan, Grab memiliki banyak data dari kebiasaan penggunanya. Jumlahnya diketahui mencapai ribuan terabyte.
Dikutip detikINET dari Tech Wire Asia, Senin (17/12/2018), data yang dikumpulkan oleh Big Data Grab mencapai 4 petabyte atau sekitar 4.000 terabyte. Besarnya data tersebut setara dengan 2 triliun halaman tulisan atau video resolusi tinggi (high definition) berdurasi 53 tahun.
Faktanya, hingga saat ini Grab memang memiliki kocek yang dalam dan juga pengetahuan yang mendalam tentang kebutuhan mobilitas dan kemampuan transportasi di Asia Tenggara.

Baca juga: Apa Saja Pertimbangan Grab jika Ingin Cabut Suspend Driver?

Kepala Teknik Grab Dithesh Gathani menyatakan Grab ingin mengatasi masalah dan fokus pada pekerjaan besar yang dapat dilakukan di wilayah Asia Tenggara. Pihaknya pun telah meningkatkan tim tekniknya menjadi hampir 2.000 orang dalam 12 bulan terakhir. Grab juga berencana menambah 1.000 pekerja teknik profesional dalam setahun ke depan.
Selain menambah tim teknis, Grab juga telah meluncurkan research and development centre baru di Malaysia, setelah sebelumnya telah memiliki 5 R&D Centre di Singapura, Beijing, Seattle, Ho Chi Minh, dan Jakarta.
"Kami meluncurkan pusat R&D baru di Malaysia dan sedang mencari untuk mempekerjakan 100 pekerja profesional di negara yang akan dikerahkan pada proyek teknologi mendalam untuk bisnis ini," kata Gathani.

Baca juga: Grab Targetkan Revenue USD 2 Miliar Tahun Depan

(prf/krs) grab grabdaily
Original Article

Jakarta – Tik Tok acap dikenal di Indonesia sebagai aplikasi alay. Tapi siapa sangka aplikasi video lip sync yang dimiliki Bytedance ini menjadi Aplikasi Paling Menghibur versi Google Play Store di 17 negara lain.
Director Global Communications Bytedance, Belle Beldoza menyebut bahwa ini merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi Tik Tok. Mengingat, sepanjang tahun 2018, TikTok juga sempat dilanda kontroversi di Indonesia.
"Salah satu hal paling membahagiakan di Tik Tok tahun ini di Indonesia kita menjadi salah satu 'Most Entertaining Apps' di Google Play Store," kata Beldoza saat acara Tik Tok Year in Rewind 2018 di Bluegrass Bar & Grill, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Baca juga: TikTok Jadi Aplikasi Terbaik di Play Store

"Dan penghargaan ini tidak hanya kita dapat di Indonesia tapi juga 17 negara lainnya," sambungnya.
Tonton video: Deretan Selebriti Hiasi Daftar Terpopuler di TikTok Sepanjang 2018

[Gambas:Video 20detik]

Dalam kategori Aplikasi Paling Menghibur di Indonesia, TikTok berhasil mengalahkan aplikasi-aplikasi seperti Drum Pads – Beat Maker Go, Vimage, Musixmatch Lyrics, dan Kawaii Easy Drawing.
Selain itu, Tik Tok juga berhasil menjadi Aplikasi Terbaik 2018 versi Google Play Store. Tapi beda dengan penghargaan sebelumnya, penghargaan ini hanya diperoleh Tik Tok di Indonesia.

Baca juga: Bowo Sampai Freddie Mercury Jadi Seleb Trending Google 2018

"Most entertaining ini kita dapat di 18 negara, tapi hanya di Indonesia kita menjadi best app di 2018," ujar Beldoza.
Tik Tok sendiri hingga akhir tahun 2018 telah hadir di 150 negara dan memiliki kantor perwakilan di 50 negara. Popularitasnya di Amerika Serikat bahkan telah menyalip aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, Snapchat dan YouTube. (vim/fyk) tiktok playstore aplikasi video
Original Article

})(jQuery)