a
a
Weather:
33 C
scattered clouds
Jakarta
humidity: 49%
wind: 2 m/s WNW
H33 • L32
Thu
29 C
Fri
27 C
Sat
28 C
Sun
28 C
Mon
28 C
Home2018December (Page 3)

Jakarta – Kolase foto terbaik mulai meramaikan timeline Instagram. Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang akhir tahun, pengguna Instagram mulai membuat kolase foto terbaik mereka sepanjang tahun.
Hashtag #2018bestnine pun mulai berseliweran. Siapa tahu kalian juga ingin membuatnya namun lupa bagaimana caranya, ini dia langkahnya
1. Kunjungi halaman 2018bestnine.com
2. Masukkan ID akun Instagram kamu (menggunakan @)
3. Tunggu beberapa saat, sampai kolase sembilan foto terbaik ditampilkan.
4. Ada dua versi kolase. Untuk memilih foto dengan informasi jumlah likes sepanjang 2017, klik opsi Original Version. Jika ingin kolase fotonya saja klik Picture Only Version.

Belum Punya Kolase #2018bestnine? Begini Cara Bikinnya

Foto-foto terbaik yang ditampilkan pada kolase 2018bestnine.com kalian diurutkan berdasarkan jumlah like terbanyak.
Untuk diketahui, tren membuat kolase foto terbaik di Instagram pertama kali muncul pada 2015 yang diramaikan dengan hastag #2015bestnine dan menjadi viral.
Kebiasaan di kalangan pengguna Instagram ini ternyata berlanjut di tahun-tahun berikutnya hingga kini. Kalian sudah tahu foto terbaik kalian di 2018? (rns/fyk)
Original Article

Jakarta – Colin Kroll, sosok muda pendiri Vine dan sekarang menjabat CEO HQ Trivia, meninggal dunia dengan dugaan overdosis. Sang ayah pun mengungkapkan kesedihan yang mendalam.
Usia Kroll baru 34 tahun. Polisi menemukannya sudah tak bernyawa di apartemennya di Manhattan, New York. Di kamarnya, ditemukan mariyuana serta heroin.
"Dia punya begitu banyak bakat dan mencapai begitu banyak hal di usia yang begitu muda. Sungguh sebuah kesia-siaan," kata Alan Kroll, ayah Colin Kroll yang dikutip detikINET dari NY Times.

Baca juga: CEO HQ Trivia dan Co-Founder Vine Ditemukan Tewas

"Bayangkan hal-hal yang sudah dia selesaikan dan skill yang dimilikinya di usia 34 tahun ini. Tentu akan sangat menyenangkan jika bisa melihat dia di usia 50 tahun," tambah Alan.
Alan menyebutkan anaknya memang sempat bermasalah dengan alkohol tapi belakangan sudah berhenti minum. Dan kadang ia mengkonsumsi obat-obatan.
Kroll adalah salah satu pendiri aplikasi video sharing Vine yang diluncurkan pada tahun 2012. Twitter lalu membelinya dan Kroll mundur dari posisi General Manager Vine di tahun 2014.
Vine yang sempat meledak kemudian dihentikan operasinya oleh Twitter di tahun 2016 karena kalah dengan YouTube dan Instagram. Kroll saat ini berstatus sebagai CEO HQ Trivia, sebuah aplikasi kuis dan game.

Baca juga: Vine Siap Lahir Kembali, Ini Nama Barunya

(fyk/afr) colin kroll twitter vine
Original Article

Jakarta – Triliuner dan pendiri Virgin Group, Richard Branson kembali membagikan nasihatnya kepada CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Kali ini ia menasihati Musk tentang kebiasannya di media sosial.
Branson menyebut bahwa kebiasaan Musk yang sering main Twitter hingga dini hari bisa menimbulkan bahaya. "Tapi saya duga ia memahami hal itu," ujar Branson dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Senin (17/12/2018).

Baca juga: Para Perempuan dalam Kehidupan Elon Musk

Selain itu, Branson juga kembali mengingatkan Musk untuk jangan bekerja terlalu keras hingga kelelahan.
Musk sendiri baru saja mengakui bahwa ia bekerja hingga 120 jam dalam seminggu hingga tidak meninggalkan pabrik saat Tesla kesulitan mencapai target produksi.
"Satu-satunya nasihat yang saya berikan kepadanya adalah jangan sampai kelelahan. Delegasikan pekerjaanmu, kelilingi dirimu dengan
orang-orang baik," ujar Branson.
Branson dan Musk memang memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama entrepreneur yang memiliki ambisi tinggi, seperti mengirimkan turis menuju luar angkasa.

Baca juga: Orang Sipil Segera Bebas Terbang ke Antariksa

Branson pun menilai Musk sebagai individu yang luar biasa. Ia bahkan melihat Musk sebagai versi muda dirinya.
"Ia masih muda. Ia akan terus melakukan hal-hal yang luar biasa untuk tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya.
Tonton juga video 'Kalah Melawan SEC, Elon Musk Mundur dari Tesla':

[Gambas:Video 20detik]

(vim/afr) richard branson virgin group elon musk tesla spacex
Original Article

Jakarta – Colin Kroll, CEO HQ Trivia dan Co-Founder Vine, ditemukan tewas di apartemennya di New York.
Pihak kepolisian New York mengatakan menerima telpon dari pacar Kroll pada hari Minggu (16/12/2018) pukul 00.15 waktu setempat. Sang pacar meminta untuk mengecek kondisi Kroll yang sulit dihubungi.

Baca juga: Vine Siap Lahir Kembali, Ini Nama Barunya

Ketika polisi tiba di apartemen di daerah Spring Street, Manhattan mendapati pria berusia 35 tahun itu sudah tidak sadar dan tidak responsif di tempat tidurnya. Polisi lantas menyatakan Kroll meninggal di tempat kejadian. Kantor pemeriksaan medis New York akan mengotopsi dan menentukan penyebab kematian.
Sejumlah sumber mengatakan obat-obatan terlarang diyakini sebagai biang keladinya. Sebab di tempat kejadian ditemukan kokain dan heroin, seperti dilansir dari Dailymail, Senin (17/12/2018).

Kroll saat mendapatkan penghargaan oleg Variety. Kroll saat mendapatkan penghargaan oleg Variety. Foto: Isaac Brekken/Getty Images for Variety

Meninggalnya Kroll sendiri sudah dikonfirmasi oleh pihak HQ Trivia. Pihaknya merasakan kesedihan mendalam. Rekan dekat di HQ dan Vine, Rus Yusupov, men-tweet belasungkawa atas kepergian Kroll.
"Sangat sedih mendengar tentang meninggalnya teman saya dan co-founder Colin Kroll. Pikiran dan doa saya untuk orang yang dicintainya. Saya akan mengingatnya selamanya karena jiwa dan hatinya yang baik. Dia membuat dunia dan internet menjadi tempat yang lebih baik. Istirahat dalam damai, saudaraku," tulis Yusupov dalam tweetnya.

Baca juga: Twitter Hapus Ratusan Ribu Akun Terorisme

HQ Trivia adalah aplikasi kuis live yang memberikan hadiah ribuan dolar. Diluncurkan di AS tahun lalu dan Kroll diangkat sebagai CEO September ini.
Sosok Kroll turut dikenal sebagai salah satu pendiri Vine. Ketika Twitter membeli Vine, Kroll sempat pula diboyong. Namun setelah mengabdi 18 bulan, dia dipecat karena tuduhan manajemen yang buruk dan prilaku tidak pantas terhadap perempuan di tempat kerja. (afr/afr) colin kroll hq trivia vine
Original Article

Jakarta – Memorabilia orang-orang terkenal biasanya dijual dengan harga yang fantastis, hal ini juga yang terjadi pada kartu nama milik mendiang Steve Jobs.
Kartu nama tersebut adalah bagian dari sejarah perjalanan karir Jobs. Bertuliskan Steven P Jobs dengan jabatan yang ditulis sebagai Chairman of the Board, kartu nama ini terjual melalui proses lelang seharga USD 6.259 atau sekitar Rp 91 juta.

kartu nama Steve Jobs.kartu nama Steve Jobs. Foto: screenshot

Awalnya, seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Minggu (16/12/2018), kartu nama ini diprediksi akan terjual senilai USD 500. Namun minat para penawar pada lelang ini rupanya begitu besar, sehingga nilainya lebih tinggi.

Baca juga: Google dan Amazon Diprediksi Bakal Luncurkan Pesaing Airpods

Untuk diketahui, kartu nama tersebut merupakan kartu nama lama, tepatnya masa ketika Apple masih menggunakan logo Apple berwarna pelangi.
Ini bukan pertama kalinya benda-benda memorabilia Jobs terjual dengan harga fantastis. Sebelumnya, cetakan majalah Macworld edisi Februari 1984 dengan wajah Jobs sebagai covernya terjual seharga nyaris USD 50 ribu dalam lelang. Semula harganya diprediksi 'hanya' USD 10 ribu.

Baca juga: Apple Digugat Soal Layar iPhone Baru

Selain itu, ada juga komputer pertama Mac yang tidak lagi diproduksi, seperti komputer Apple 1, terjual hingga ribuan dolar.
Nah, jadi sebelum kalian membuang sebuah barang, coba dipikir-pikir dulu. Siapa tahu, di masa yang akan datang benda tersebut bisa punya nilai berkali lipat. . (jsn/jsn)
Original Article

Jakarta – Twitter baru saja meluncurkan laporan transparansinya untuk enam bulan pertama tahun 2018. Dalam laporan tersebut, Twitter melaporkan bahwa mereka telah menangguhkan 205.156 akun yang terduga terkait dengan terorisme.
Dilansir detikINET dari Mashable, Minggu (16/12/2018) angka ini terbilang rendah dibandingkan enam bulan terakhir di tahun 2017, yang mencapai 1,2 juta akun.

Baca juga: Selamat berkat iPhone Usai Kapal Karam di Tengah Lautan

91% akun ini juga dideteksi menggunakan tools milik Twitter, dan hanya 0,1% dari akun-akun tersebut ditangguhkan setelah diminta oleh pemerintah.
Perusahaan media sosial yang dipimpin oleh Jack Dorsey ini juga untuk pertama kalinya merilis statistik tentang akun-akun yang melanggar aturan di platformnya. Twitter membagi laporannya dalam enam kategori yaitu: penyalahgunaan, eksploitasi seksual anak, tindakan kebencian, informasi pribadi, media sensitif, dan ancaman berbahaya.

Baca juga: Apple Digugat Soal Layar iPhone Baru

Secara total, 6.229.323 akun dilaporkan karena dianggap melanggar aturan Twitter. Jumlah akun yang ditindak, termasuk ditangguhkan, sebesar 605.794 akun.
Selain akun yang terkait dengan terorisme, Twitter juga menangguhkan 487.363 akun yang melanggar aturan terkait eksploitasi seksual anak. Sekitar 97% dari akun tersebut dihapus secara proaktif menggunakan teknologi seperti PhotoDNA.
Selain itu, Twitter juga melaporkan bahwa mereka menerima sekitar 504.259 laporan spam setiap bulannya. Angka ini juga merupakan penurunan dibandingkan enam bulan sebelumnya, yang mencapai 868.349 laporan spam. (jsn/jsn)
Original Article

})(jQuery)