a
a
Weather:
32 C
haze
Jakarta
humidity: 52%
wind: 4 m/s WNW
H32 • L32
Thu
29 C
Fri
27 C
Sat
28 C
Sun
28 C
Mon
28 C
Home2018December (Page 5)

New Delhi – Ada sebuah kisah menarik seputar Amitabh Bachchan. Aktor legendaris Bollywood itu ditawari mengganti ponsel ke flagship Xiaomi, ketika Samsung Galaxy S9-nya error.
Kisah itu bermula ketika Bachchan mengalami masalah dengan perangkat Galaxy S9 yang biasa ia pakai. Lewat akun Twitter-nya, Mr Bollywood itu curhat dan minta saran ke netizen.

[Gambas:Twitter]

Yang menarik, cuitan itu lantas ditimpali Wakil Presiden Xiaomi India Manu Jain. Mengaku fans berat Bachchan, ia menyarankan sudah saatnya berganti perangkat smartphone. Sebuah flagship Xiaomi pun ditawarkan secara cuma-cuma.

[Gambas:Twitter]

Pun demikian, pihak Samsung rupanya juga tidak abai dengan masalah yang dialami oleh Amitabh Bachchan. Sekian jam berselang, pria India kelahiran 76 tahun silam itu mencuitkan informasi bahwa Samsung sudah menghubunginya untuk membereskan masalah pada Galaxy S9-nya yang tak lagi error.

[Gambas:Twitter]

Sudah selesai? Belum. Ada satu hal menarik lain dari kisah ini, yakni fakta bahwa Amitabh Bachchan sebenarnya merupakan duta dari vendor lain yaitu OnePlus. Demikian dirangkum detikINET dari fossbytes.com dan IndiaToday.in, Sabtu (15/12/2018).
Jadi kesimpulannya begini: Amitabh Bachchan adalah seorang duta dari OnePlus di India, tapi dirinya malah ketahuan memakai Galaxy S9-nya Samsung dan bahkan sempat pula ditawari ganti ponsel secara gratis oleh Xiaomi.
Kira-kira sudah layak diangkat jadi kisah film Bollywood belum?
(krs/rns) amitabh bachchan galaxy s9 samsung xiaomi oneplus
Original Article

Jakarta – Randy Jusuf resmi memimpin Google Indonesia sejak Oktober lalu. Sederet rencana telah disiapkannya demi memajukan ekonomi digital di Tanah Air.
Berdasar riset yang dilakukan Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat. Bahkan pada 2025, angkanya diproyeksikan mencapai USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.448 triliun.
Untuk memajukan ekonomi digital Indonesia, banyak hal yang akan Google lakukan. Tidak hanya merilis produk, raksasa pencarian internet ini akan melakukan sejumlah aktivitas.

Baca juga: Cerita Randy Jusuf Jadi Bos Google Karena Bakmi Ayam

Disebutkan Randy, Google merilis produk-produk yang cocok untuk pengguna di Indonesia. YouTube Go salah satunya. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengatur ukuran video yang akan disaksikannya.
"Supaya tidak menghabiskan banyak kuota," katanya saat ditemui di kantor Google Indonesia beberapa waktu lalu.
Google Indonesia pun berupaya membantu komunitas developer. Mereka menggelar pelatihan coding di 12 kota di Tanah Air. Hingga saat ini, lebih dari 100 ribu developer telah dilatih.
Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) turut pula dilatih. Kata Randy, ini penting dilakukan sebab UKM berkontribusi setengah dari PDB Indonesia, namun mereka belum sepenuhnya online.
Google memberikan pelatihan untuk pelaku UKM agar terjun ke online. Tips dan materi pengajaran dibuat praktis, mulai dari bagaimana membuat website, memasukkan informasi ke Google Maps hingga memaksimalkan media sosial.
"Kami baru saja mengumumkan sudah melatih 1 juta pelaku UKM. Hasilnya cukup bagus, 90% yang mengikuti pelatihan ini sudah masuk ke online. Sebanyak 60% dari jumlah itu mengaku mengalami kemajuan bisnisnya," kata pria berkacamata ini.
Kesuksesan produk dan aktivitas yang dibuat Google akan dilanjutkan kembali di 2019, ditambah sejumlah program baru yang akan bantu meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

Baca juga: Ok Google, Apa yang Bakal Trending di Indonesia Tahun Depan?

"Progam yang telah berjalan cukup bagus, kami terus melanjutkannya di 2019. Kami akan terus melihat apakah ada program yang relevan untuk dihadirkan di Indonesia. Tentu saja terus membantu seluruh ekosistem ekonomi digital Indonesia, dari sisi UKM, developer dan lain-lain," papar Randy.
"Harapan saya kita dapat terus mau ke depan untuk majukan internet economy di 2019," tegasnya.
Simak video 'Yuk Kenalan Sama Bos Baru Google Indonesia!':

[Gambas:Video 20detik]

Sederet Rencana Bos Google Indonesia yang Baru

(rns/rns) google google indonesia randy jusuf
Original Article

Jakarta – Sejak Oktober lalu, Randy Jusuf resmi menjabat sebagai Managing Director Google Indonesia. Ada cerita menarik bahwa ternyata bakmi ayam menjadi salah satu alasan dia menerima jabatan itu.
Ditemui di kantornya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, Randy bercerita banyak soal pekerjaan barunya itu dan apa saja yang akan dilakukannya bersama Google Indonesia.
Sudah dua puluh tahun lebih pria berkacamata ini berkeliling ke berbagai negara. Tak heran jika Randy begitu kangen pada tanah kelahirannya, termasuk berbagai makanan dan jajanan khas Indonesia. Karenanya, begitu ada tawaran untuk jadi bos Google Indonesia tidak dilewatkannya.

Baca juga: 15 Hal yang Paling Banyak Dicari di Google Selama 2018

"Saya cukup lama di luar dan ingin kembali ke Indonesia. Keluarga saya di sini, semuanya di sini. Kangen sekali nasi padang, bakmi ayam dan somay Bandung," kata Randy.
Alasan lain Randy melihat Indonesia memiliki potensi besar di ekonomi digital. Dia ingin ambil bagian di dalamnya demi membangun negeri yang paling dicintainya ini.
"Ekonomi dan kesempatan di Indonesia masih sangat berkembang dan potensi sangat besar," kata alumnus SMA Kanisius itu.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf Foto: undefined

Data Google Temasek

Potensi besar ekonomi digital Indonesia yang disebut Randy sejalan dengan hasil riset yang dilakukan Google bersama Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018: Southeast Asia's Internet Economy Reachers an Inflection Point. Riset tersebut dilakukan di enam negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam.
Dalam riset tersebut disebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia begitu berkembang pesat. Tahun ini saja menjadi terbesar di Asia Tenggara dan akan meningkat beberapa kali lipat dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Sentuh Rp 1.448 T di 2025

"Tahun ini ekonomi digital Indonesia mencapai USD 27 miliar tahun ini. Jumlah pengguna internet mencapai 150 juta orang. Perkembangan sangat pesat, estimasi forecast akan menjadi 100 di 2025," jelas Randy.
"Jadi ekonomi digital Indonesia sangat besar, perkembangannya cepat, potensinya masih besar. Menurut saya itu hal yang sangat menarik," tambahnya.
Melihat potensi yang begitu besar, banyak hal yang akan dilakukan Randy bersama Google Indonesia. Jadi selain cerita tentang bakmie ayam, masih ada lagi kisah lainnya. Apa saja? tunggu artikel lanjutannya!

[Gambas:Video 20detik]

(afr/rns) randy jusuf google indonesia google
Original Article

})(jQuery)